InformasiHerbal.com

Kedudukan tanaman rimpang temulawak dalam tata nama (sistematika) tumbuhan adalah sebagai berikut:

Divisi              : Spermatophyta
Sub Divisi      : Angiospermae
Klas                : Monocotyledonae
Ordo               : Zingiberales
Famili             : Zingiberaceae
Genus             : Curcuma
Spesies           : Curcuma xanthorriza Roxb

KANDUNGAN DAN SENYAWA AKTIF TEMULAWAK

Komposisi kimia terbesar dari rimpang temulawak adalah protein pati (48%-54%), minyak atsiri (3%-12%), dan zat warna kuning yang disebut kurkumin. Fraksi pati merupakan kandungan terbesar, jumlahnya bervariasi tergantung dari ketinggian tempat tumbuh. Fraksi pati yang merupakan bagian terbesar terdiri dari abu, protein, lemak dan karbohidrat, serat kasar kurkuminoid, kalium natrium dan lain-lain. Pati rimpang dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat, yang digunakan sebagai bahan  makanan. Pati temulawak mudah dicerna sehingga dapat digunakan sebagai bahan makanan bayi atau orang yang baru sembuh dari sakit.

Fraksi kurkumin mempunyai aroma yang khas, tidak toksik, terdiri dari kurkumin, demetoksikurkumin, dan bidesmetoksi kurkumin. Kurkuminoid bersifat larut dalam aseton, alcohol, asam glacial, serta alcohol hidroksida.

Minyak atsiri merupakan cairan berwarna kuning atau kuning jingga, berbau aromatic tajam. Eksrak etanolik rimpang temulawak mengandung senyawa golongan kurkuminoid dan golongan terpen. Komponen minyak atsiri yang terdapat dalam temulawak adalah kamfer, ?-eleman, ß-farnesen, ar-kurkumin, zingiberen, dan germakron. Diantara komponen tersebut yang paling banyak kegunaannya adalah  pati, kurkuminoid, dan minyak atsiri. Minyak atsiri temulawak mempunyai khasiat sebagai peluruh empedu. Xanthorrhizol merupakan komponen spesifik yang hanya ditemui pada minyak atsiri temulawak dan tidak ditemui dari golongan curcuma lain.

Kandungan kurkumin dan xanthorrhizol dalam rimpang temulawak merupakan senyawa yang menimbulkan khasiat obat. Minyak atsiri temulawak digunakan dalam bidang medis sebagai aroma terapi, yaitu fitoterapi dengan menggunakan minyak atsiri sebagai komponen aktifnya.Kurkuminoid termasuk senyawa golongan flavonoid turunan dari heptanoid. Fraksi senyawa ini memberi warna kuning, rasa pahit, dan aroma yang khas pada rimpang temulawak. kurkumin dapat memblok perkembangan berbagai jenis sel kanker, seperti leukemia, kanker usus, dan kanker payudara.

KHASIAT

Sari rimpang temulawak mempunyai khasiat sebagai obat penguat (tonik) sehingga dapat digunakan sebagai bahan campuran jamu. Jamu temulawak ini mempunyai beberapa khasiat yang diantaranya yaitu sebagai penambah nafsu makan, serta banyak digunakan sebagai obat penambah darah untuk orang yang menderita kekurangan darah atau anemia. Berikut ini merupakan beberapa khasiat temulawak beserta resep pembuatan jamu temulawak :

1)      Pelancar ASI

Khasiat dan manfaat temulawak untuk pelancar ASI bisa mencoba membuat ramuan sebagai berikut, Cuci 20g rimpang segar temulawak, lalu parut. Hasil parutannya diperas dan saring, lalu ditim sampai mendidih. Setelah dingin, ditambahkan 2 sendok makam madu sambil diaduk rata, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore dengan takaran yang sama banyak.

2)      Menurunkan kadar kolesterol darah tinggi

Khasiat dan manfaat temulawak untuk menurunkan kadar kolesterol. Kulit rimpang temulawak segar sebesar 3 jari dikupas, lalu diparut. Ditambahkan 3/4 cangkir air panas dan dibiarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.

3)      Hepatitis

Khasiat dan manfaat temulawak untuk hepatitis. Rimpang temulawak segar sebesar 2 jari dikupas kulitnya lalu diparut. Ditambahkan air panas sebanyak 1/2 cangkir dan 1 sendok madu. Campuran diaduk sampai merata lalu dibiarkan mengendap. Minum beninggannya, ampasnya dibuang. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh. Rebus 10g rimpang temulawak kering dan 30g akar alang-alang (Imperata cylindrica) dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari

4)      Wasir

Sediakan rimapang temulawak sebesar jari, kelembak (Rheum officinalle Baill.) sebesar 3/4 jari, 1 genggam pegagan (Centella asiatica L), 1 genggam daun saga (Abrus precatoris L) dan gula neau sebesar 3 jari. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, rebus bahan-bahan tersebut dalam 5 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Lakukan pengobatan ini setiap hari.

5)      Jerawat

Rimpang temulawak sebesar 1 jari dicuci, lalu dipotong seperlunya. Selanjutnya direbus dalam 4 gelas minum air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, disaring dan ditambahkan madu kedalam air saringannya secukupnya, lalu diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2 kali, setiap kali cukup 1 gelas.

6)      Diare

Rimpang temulawak sebesar 1/2 ibu jari dicuci, lalu dipanggang sampai hangus. Selanjutnya digiling bahan tersebut sampai halus, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Ditambahkan 1 sendok makan madu sambil diaduk sampai merata, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

7)      Sembelit

Sediakan rimpang temulawak dan buah asam (Tamarindus indicaL.) masak (masing-masing sebesar 1 jari), dan gula enau secukupnya. Selanjutnya dipotong tipis-tipis, lalu seduh dengan 1 cangkir air mendidih. Aduk sampai gulanya larut dan diminum setelah dingin.

8)      Nyeri haid

Sediakan 10 iris rimpang temulawak, asam kawak sebesar telur burung puyuh dan gula enau sebesar 3 jari. Bahan-bahan tersebut direbus dalam 2 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, diminum ramuan tersebut. Lakukan setiap hari selama 1 minggu sebelum haid.

9)      Demam

Rebus 1 jari rimpang temulawak yang telah diiris tipis-tipis dan 5 batang meniran dengan akarnya dalam 5 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, disaring dan air saringannya dibagi untuk 3 kali minum, pagi, siang dan sore hari.

10)  Penambah nafsu makan

Sediakan 20g rimpang temulawak segar yang telah diiris tipis-tipis, 10g asam jawa dan 30g gula enau. Masukkan bahan-bahan tersebut kedalam panci, lalu direbus dalam 250 cc air sampai mendidih selama 15 menit. Selanjutnya, disaring dan diminum ramuan tersebut selagi hangat, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 bagian.
Catatan
Jika menggunakan perasan air temulawak mentah (tidak direbus atau diseduh dengan air panas), endapkan dahulu supaya tepungnya tidak ikut terminum karena tepung mentah dapat mengganggu fungsi ginjal.

http://jamu.biologi.ub.ac.id/?page_id=406


Berbagai macam produk herbal Temulawak bisa anda dapatkan di link berikut ini :
1. Kapsul Ekstrak Temulawak Tazakka
2. Kapsul Temulawak Dr. Liza


 

Leave a Reply

Previous Post
«
Next Post
»