InformasiHerbal.com

Ada beberapa jenis sirih yang dikenal di masyarakat. Misalnya, sirih jawa (daun lebih lembut, kurang tajam, hijau rumput), sirih belanda (daun besar, hijau tuam rasa dan bau tajam dan pedas), sirih cengkeh (kecil, daun kuning, rasa seperti cengkeh), sirih kuning, dan sirih hitam. Selain itu juga ada jenis sirih seperti sirih merah.

Sudah sejak dahulu, Sirih Merah digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Meskipun rasanya pahit, namun tanaman merambat yang memiliki nama latin piper crocatum ini, menyimpan segudang manfaat untuk menyembuhkan penyakit mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis.
Karena khasiatnya yang manjur untuk mencegah dan mengobati penyakit, maka tak salah sirih merah banyak dicari orang sebagai alternatif obat. Tidak begitu sulit untuk menemukan tanaman sirih merah. Biasanya tanaman sirih merah tumbuh di tempat-tempat yang teduh dan nyaris mengalami kontak langsung dengan sinar matahari.
Kandungan senyawa sirih merah
Didalam sirih merah terkandung bahan-bahan kimia dengan khasiat tertentu yang disebut metabolit sekunder, dimana metabolit sekunder menyimpan senyawa aktif seperti flavonoid, alkoloid, terpenoid, cyanogenic, glucoside, isoprenoid idan non protein amino acid.
Diantara senyawa-senyawa tersebut zat yang paling dominan yakni alkaloid. Alkoloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik. Sedangkan senyawa polevenolad dan flavonoid memiliki sifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik dan anti-iflamasi.
Selain itu masih banyak manfaat lain dari kandungan senyawa yang terkadung didalam daun sirih merah, seperti karvakrol yang bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga dapat digunakan sebagai obat antiseptik untuk bau mulut dan keputihan. Eugenol bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin untuk mengobati sakit perut.
Sirih merah sebagai obat
Secara empiris, daun sirih merah dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti stroke, batu ginjal, radang prostat, nyeri sendi, hepatitis, diabetes, asam urat, kolestrol, batuk, keputihan hingga memperhalus kulit. Tidak sulit untuk mengolah daun sirih merah sebagai obat. Cukup dengan merebus lembaran daun sirih merah didalam wadah yang berisi air, lalu menunggunya hingga mendidih dan airnya sedikit berkurang, maka obat racikan tradisonal yang kaya manfaat bisa langsung dinikmati.
Air dari rebusan air daun sirih merah mengandung antiseptik yang bisa digunakan sebagai obat kumur untuk menjaga kesehatan rongga mulut atau dibasuhkan kealat kelamin wanita unutk menghilangkan bau tak sedap dan keputihan.
Disamping bersifat antiseptik, rebusan air sirih merah juga bisa menurunkan kadar gula darah tinggi menjadi normal bagi para penderita diabetes. Selain itu rebusan air atau serbuk sirih merah bisa dipakai untuk mengobati penyakit hepatitis.
Untuk penderita batuk yang tak kunjung mereda, meminum rebusan air daun sirih merah secara teratur, juga dapat mengurangi batuk dan rasa gatal di tenggorokan. Saat ini, sirih merah juga bisa dijumpai dalam bentuk teh herbal, sehingga bisa dengan mudah dan praktis dalam penyajiannya. Khasiatnya pun juga sama yakni menyembuhkan penyakit, diantaranya asam urat, maag, letih dan lesu, serta kencing manis.
Serbuk dari teh herbal sirih merah juga bisa dimanfaatkan untuk memperhalus kulit yakni dengan menjadikannya sebagai lulur. Gosokkan serbuknya ke kulit tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya, maka kulit yang tadinya kering dan kusam bisa kembali cerah dan bersih.
Obat keputihan
Pada awal tahun 2002, di sebuah desa di lereng gunung merapi, herbalis bambang sadewo, penulis buku basmi penyakit dengan sirih merah, secara tidak sengaja menemukan tanaman ini. Warna bagian bawahnya merah mengkilap dengan bentuk daun tidak berbeda dengan sirih hijau. Tamanannya menjulur memanjang dan beruas.
Rasa daun sirih merah sangat pahit. Aromanya lebih tajam bila dibandingkan dengan sirih hijau. Meski kandungan kimia tanaman ini belum diteliti secara detail, dari hasil krematogram diketahui daun sirih merah mengandung flavonoid, senyawa polevenolad, tanin, dan minyak atsiri. Efek zat aktif yang terkandung daun sirih merah dapat merangsang saraf pusat dan daya pikir.
Daun sirih merah memiliki efek mencegah ejakulasi dini, obat keputihan, antikejang, antiseptik, analgetik, antiketombe, mengendalikan gula darah, lever, antidiare, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meredakan nyeri. Juga dipercaya mampu mengatasi radang paru, radang tenggorokan, radang gusi, hidung berdarah atau mimisan, dan batuk berdarah.
Ekstrak daun sirih merah juga mampu mematikan jamur chandida albicans penyebab sariawan. Selain itu, berkhasiat mengurangi sekrasi pada liang ******, keputihan dan gatal-gatal pada alat kelamin, sekaligus sebagai pembersih luka (efek antiseptik).
Secara empiris ekstrak daun sirih merah dalam pemakaian tunggal atau diformulasikan dengan tanaman obat keputihan lain mampu membatasi aneka keluhan. Contohnya gangguan gula darah, peradangan akut pada organ tubuh, luka yang sulit sembuh, kanker payudara dan kanker rahim, leukemia, tbc dan radang hati, wasir, jantung koroner, darah tinggi, dan asam urat.
Hasil penelitian andayana puspitasari, apt., dari biologi farmasi, fakultas farmasi ugm yogyakarta, sirih merah mengandung flavonoid, alkoloid, senyawa polifenolat, tannin dan minyak atsiri. Memanfaatkan daun sirih merah ini, selain dalam bentuk segar, bisa juga dengan teknik pengeringan memakai sinar matahari.
Herbalis bambang sadewo menjelaskan, rajangan dauh sirih merah yang telah 60 persen kering ditempatkan di tampah yang ditutup dengan kain hitam transparan. Penutupan dengan kain ini agar daun tidak kabur terbawa angin. Setelah kering benar, daun sirih merah dimasukkan ke dalam kantong plastik tebal transparan atau bening. Tujuannya, agar kualitas sirih merah tetap terjamin dan bisa bertahan hingga satu tahun.
http://crysi-keripikdaunsirih.blogspot.com/2011/05/khasiat-sirih-merah.html

Berbagai macam produk herbal Sirih Merah bisa anda dapatkan di link berikut ini :
Aneka produk herbal Sirih Merah di Etalasemuslim


Leave a Reply